Allah Maha Kaya
Sungguh jangan pernah kau ragukan. Semua rizki itu datangnya dari Allah. MasyaAllah... Apabila kuingat-ingat, aku pernah takuuut sekali akan hari esok. Besok aku makan apa, besok anakku sekolah bagaimana, bagaimana kubesarkan anak-anakku, pakai duit darimana kuhidupi mereka. Banyak sekali pertanyaan muncul di otakku. Gajiku saja keciiil.... tidak akan cukup untuk beli beras dan sembako sebulan. Sering kumenangis karna takut hari esok. Ahh tapi tidak pernah kusesali itu. Karna itu bagian dari kisahku. Mungkin dari situ Allah memberiku jawaban.
Allah..... tidak lagi kumeragukanmu. Astaghfirullah.... Begitu baaanyak jawaban Kau berikan. Mulai dari kisah daster, sepatu, sepeda, biaya sekolah, motor, keuangan. Ya Allah.....
Kisah daster. Ibuku setiap hari mengingatkanku akan daster-dasterku yang sobek semua, udah ngapret, udah gak pantes dipakai. "Mbokyoo ndang beli daster kono lho...." Kalimat ibuku itu hampir setiap hari kudengar. Tapi lagi-lagi aku berfikir, uang yang mana yang akan kubelikan daster. Dan suatu hari aku bilang pada ibuku "iya iya buk, dilut ngkas aku tak ganti daster" Subhanallah... besoknya aku dapet kado daster dari sahabatku. Tidak hanya satu daster, tapi tiga. Ya Allah....
Suatu hari mas fawwaz masuk sekolah jadwal bimbingan akademik masa pandemi. Pulang dari sekolah, dia menyodorkan daftar tanggungan yang belum lunas. Dalam hati hanya bisa berharap mudah-mudahan ada rizki. Alhamdulillah.... besoknya dapet kabar kalau ada insentif. Jumlahnya persis seperti jumlah tanggungan sekolah yang belum kubayarkan. Ya Allah....
Selain dua cerita tersebut, baaanyak lagi lainnya. "Ndilalahe eneeek ae". Subhanallah walhamdulillah, Allahuakbar.
Sungguh Allah seperti yang kita prasangkakan. Ilmu matematika tidak akan bisa menghitung karunia rizki dari Allah. Adakah alasan kita untuk tidak bersyukur dan tidak mempercayaiNya?
Komentar
Posting Komentar